Merintis Usaha Baru – Sebuah Peluang ( Bagian #1 )

Merintis Usaha Baru (Bagian 1)

Melihat Peluang

Merintis Usaha Baru ( Bagian #1 ) – Kalau kita pernah mendengar ada sebuah kalimat yang berbunyi : ” Apa yang kita lihat adalah uang “. Mungkin ada beberapa dari kita bertanya, maksudnya apa ? Maksud dari kalimat itu adalah, apa saja yang kita lihat disekeliling kita sebenarnya itu uang atau bisa menghasilkan uang. Contohnya, kita sedang duduk di Ruang Tamu. Disitu kita lihat (misalkan), ada jam dinding, vas bunga, asbak, photo dalam figura, dan sebagainya.

Ada barang kecil ada barang-barang yang relatif besar (seperti meja dan kursi tamu). Barang-barang yang kita sebutkan tadi, kita beli dengan uang. Uang itu mengalir dari kita kepada penjual, ke pemilik toko, ke agen dan seterusnya. Dengan kata lain, apa yang kita lihat adalah uang atau bisa menghasilkan uang. Hanya saja yang menerima uang itu bukan kita, malah kita yang harus mengeluarkan uang. Bayangkan jika sebagian barang-barang yang kita lihat, dan barang-barang itu ada juga didalam rumah tetangga kita, teman-teman kita dan orang-orang disekitar kita adalah kita yang menjual.

Banyak peluang sebenarnya ada di sekeliling kita, hanya saja orang lain lebih mampu melihat situasi sebagai peluang. Apa sebenarnya penyebab orang lain lebih mampu melihat peluang tersebut ? Hal ini disebabkan faktor informasi yang kita dimiliki. Informasi memungkinkan seseorang mengetahui bahwa peluang ada saat orang lain tidak menghiraukan situasi tersebut. Selain faktor informasi, pengalaman hidup dan jaringan (networking) yang dibangun oleh seseorang.

Potensi yang kita miliki

Pengalaman hidup akan membentuk cara berfikir dan cara melihat sebuah situasi dari sudut pandang yang berbeda. Orang yang banyak melihat, banyak mendengar dan banyak membaca (meskipun usianya masih muda), tentu akan memiliki pengalaman yang lebih baik dari yang lain. Situasi yang dilihat orang lain sebagai sebuah situasi yang biasa saja, tidak bagi mereka yang memiliki cukup pengalaman. Mereka akan melihatnya sebagai peluang untuk menghasilkan uang.

Hubungan sosial yang kita bangun, seperti pertemanan dalam kaitannya dengan kesamaan hobi atau tergabung dalam situasi karena kesamaan kepentingan. Seperti teman kerja, kelompok arisan, kepengurusan dalam suatu organisasi dan kelompok/ grup lainnya. Hubungan ini berlanjut menjadi pertemanan, persahabatan dan terbentuklah grup/ kelompok dalam suatu jaringan yang memiliki kesamaan kepentingan. Ini adalah sebuah bentuk jaringan yang sadar atau tidak, memiliki potensi jika kita mampu membaca peluang dari situasi yang kita anggap sebagai situasi yang biasa saja menjadi peluang untuk menghasilkan uang.

Di era teknologi seperti saat ini, media sosial yang sudah bukan rahasia lagi juga merupakan potensi untuk membangun pertemanan dan membentuk jaringan yang dapat dilakukan dengan lebih luas dan dengan waktu yang relatif lebih singkat. Berapa banyak dari kita mempunyai teman yang akrab di medsos, berteman dengan kurun waktu yang cukup lama tapi belum pernah bertemu dengan orangnya. Saling menyukai saat membagikan tautan/ informasi, saling komen, berkirim ucapan ulang tahun dan lebih jauh kita saling curhat dan itu banyak terjadi. Faktanya kepercayaan dalam pertemanan ini terbentuk.

Mungkin ada pembaca bertanya, mengapa judul artikelnya berbeda dengan pembahasan yang ada ? Sebenarnya bukan tidak sesuai dengan judulnya, tetapi topik ini perlu diketahui dulu sebelum kita masuk kepada yang sesungguhnya ingin diketahui. Ini adalah faktor-faktor yang sebenarnya potensi yang kita miliki sebelum kita menentukan untuk memulai merintis usaha kita. (Bersambung)

Iklan Property di Kupang

 

2 Balasan untuk “Merintis Usaha Baru – Sebuah Peluang ( Bagian #1 )”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.